Sudahkah anda tahu? Bahwa setiap tahun, sekitar 7,9 juta bayi (6% dari kelahiran seluruh dunia) dilahirkan dalam keadaan cacat. Meskipun beberapa cacat bawaan dapat dikontrol dan diobati, diperkirakan 3,2 juta anak-anak cacat seumur hidup. Kenyataannya, 50% diantara bayi cacat saat lahir tersebut, pada masa kehamilannya, wanita tidak mengalami gangguan kehamilan dan kegagalan janin.

Seperti apakah bentuk cacat yang dialami oleh bayi?

  1. Cacat anggota badan, jantung dan saraf tulang belakang merupakan bentuk cacat yang paling banyak dialami oleh bayi yang lahir dengan kondisi cacat.
  2. Cacat pada organ kaki dan tangan, hal ini termasuk kekurangan jumlah jari atau kelebihan jumlah jari, kaki kurang panjang, dan kelainan posisi kaki dan tangan.
  3. Cacat pada organ jantung, cacat jantung umumnya adalah kondisi dimana di jantung terdapat lubang. Hal ini mungkin tidak semua terdeteksi saat lahir.
  4. Masalah bayi cacat berikutnya adalah cacat pada sum-sum tulang belakang.
  5. Cacat lain yang bisa diketahui langsung adalah yang mempengaruhi wajah (seperti bibir sumbing dan bentuk hidung tidak sempurna), masalah dengan perkembangan usus dan perut, dan masalah yang mempengaruhi organ-organ seksual.
  6. Down Syndrom, permasalahan seperti ini adalah yang terjadi pada mental dan kecerdasan anak.

Lalu apa saja yang menjadi penyebab bayi cacat tersebut jika si wanita tidak mengalami gangguan kehamilan dan kegagalan janin? Berikut penjelasannya:

1. Faktor Genetika. Pada zaman kuno, kelainan yang terjadi pada bayi yang lahir dipandang sebagai peringatan atau hukuman dari para dewa. Bahkan baru-baru ini, diyakini bahwa peristiwa tertentu selama kehamilan – seperti yang ketakutan yang berlebihan terhadap tikus- akan mengakibatkan cacat pada bayi, misalnya tanda lahir berbentuk tikus. Kepercayaan rakyat tersebut masih bertahan di tempat-tempat tertentu.
Namun, secara ilmiah membuktikan bahwa salah satu penyebab bayi lahir dalam keadaan cacat adalah faktor genetik. Ini tidak berarti bahwa orang tua dari bayi juga memiliki cacat yang sama dengan bayi tersebut. Bisa saja salah satu dari orang tua bayi adalah pembawa gen cacat tertentu. Oleh sebab itu sebelum memilih pasangan ada baiknya Anda melihat riwayat kecacatan yang ada dalam keluarga calon pasangan Anda. Dari 100 kecacatan yang terjadi pada bayi, 25 kasus diantaranya disebabkan oleh masalah genetika.

2. Faktor Lingkungan (termasuk obat-obatan, radiasi, rokok, alkohol, dan penyakit) menjadi penyebab dari 10% kasus cacat lahir pada bayi. Selama masa kehamilan hindarilah berdekatan dengan zat-zat kimia, apalagi bagi Anda yang bekerja sebagai apoteker atau sejenisnya. Selain itu usahakan agar jangan terkena sinar matahari langsung terlalu sering.

3. Faktor Lain. Sampai saat ini belum diketahui apa faktor yang menjadi penyebab bayi lahir dalam keadaan cacat. Faktor lain memberikan kontrwanitasi sebesar 65% terhadap penyebab bayi lahir cacat.

About these ads