Kehamilan Ektopik

Pada kondisi kehamilan normal, sel telur yang dilepaskan dari ovarium akan bertemu dengan sel sperma pada saluran telur atau tuba falopi. Kemudian bila sel telur sudah dibuahi, maka akan berpindah ke uterus dan menempel di dinding Rahim tersebut dan tumbuh hingga 9 bulan selanjutnya. Pada beberapa kehamilan terdapat kelainan yang bernama kehamilan di luar kandungan atau sering disebut kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik merupakan kondisi kehamilan yang sangat berbahaya.

ekoptik

Pengertian Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik juga dikenal dengan istilah kehamilan di luar kandungan. Alasannya cukup masuk akal yakni karena pada kasus kehamilan ektopik, sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma tidak berkembang di dalam rahim melainkan tetap berada di saluran telur (tuba falop)i. Jika sel telur yang sudah dibuahi tetap berada pada saluran tersebut, saluran telur tersebut dapat pecah seiring berkembangnya sel telur tersebut menjadi janin. Kehamilan ektopik dapat menimpa 1 dari 50 kehamilan.

Penyebab

Terdapat beberapa penyebab kehamilan ektopik, namun penyebab pada satu wanita dan wanita lainnya dapat berbeda. Bahkan pada seorang wanita yang mengalami kehamilan ektopik bisa terjadi oleh adanya satu bahkan lebih dari satu faktor penyebab kehamilan ektopik. Beberapa penyebab kehamilan ektopik :

  • Terjadinya Infeksi atau inflamasi yang terjadi di saluran telur atau yang disebut dengan tuba falopi sehingga menyebabkan terjadinya penyumbatan pada saluran tersebut.
  • Penggunaan alat kontrasepsi.
  • Riwayat penyakit atau inflamasi yang terjadi pada bagian pelvis.
  • Bekas luka pada jaringan akibat infeksi atau operasi yang terjadi pada tuba falopi bisa menghalangi pergerakan sel telur.
  • Prosedur operasi yang pernah dilakukan di area pelvis bisa menyebabkan pelengketan pada saluran tersebut.
  • Ketidaknormalan bawaan lahir yang terjadi pada tuba falopi.
  • Ada riwayat kehamilan ektopik sebelumnya.
  • Terjadinya penyakit seksual yang menular seperti gonorrhea.
  • Operasi sterilisasi atau ligase yang kurang berhasil sehingga dapat menimbulkan efek penyumbatan pada saluran telur.
  • Penggunaan obat – obatan penyubur.
  • Melakukan treatment untuk mengurangi atau menghilangkan kesuburan seperti in vitro fertilization.

Gejala

Setelah memahami penyebab terjadinya kehamilan ektopik, untuk membuat anda lebih waspada lagi, anda juga harus mengetahui gejala terjadinya kehamilan ektopik. Sehingga nantinya bisa dilakukan penangan dengan segera sebelum janin tumbuh lebih besar. Berikut gejala – gejala yang terjadi pada seorang wanita yang mengalami hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik:

  • Kram pada bagian bawah yang menimbulkan rasa sakit yang sangat tajam.
  • Sakit yang sangat pada bagian leher, bahu dan atau anus.
  • Sakit pada salah satu bagian tubuh.
  • Rasa pusing dan rasa lemah yang sering terjadi.
  • Sakit pada perut bagian bawah.
  • Rasa mual dan muntah yang disertai dengan rasa sakit.
  • Pendarahan ringan pada vagina.
  • Pendarahan berat juga dapat terjadi jika tuba falopi atau saluran telur pecah yang dapat juga mengakibatkan pingsan.

Diagnosa

Apabila merasakan gejala-gejala kehamilan ektopik, segera konsultasikan ke dokter agar dapat segera mendapatkan penanganan medis jika memang benar mengalami kehamilan ektopik. Adapun cara untuk mendiagnosa seorang wanita mengalami kehamilan ektopik atau tidak adalah sebagai berikut:

  • Tes kehamilan

Untuk \mengetahui apakah benar-benar mengalami kehamilan ektopik, selanjutnya dokter akan menganjurkan untuk menjalani tes kehamilan sebagai langkah pertama untuk mendiagnosa kehamilan ektopik.

  • Pemeriksaan area pelvis

Pemeriksaan area pelvis ditujukan untuk melihat apakah ada ketidaknormalan pada kehamilan anda atau tidak.

  • Tes menggunakan ultrasound

Tes ultrasound ini dilakukan untuk melihat apa yang terjadi pada saluran telur atau tuba falopi dan juga untuk mendeteksi jika ada ketidaknormalan pada bagian uterus. Tes ultrasound juga digunakan untuk melihat apakah fetus atau janin tumbuh di tempat yang benar atau tidak.

  • Pemeriksaan hormone hCG

Tes atau pemeriksaan hormone hCG juga sangat penting. Hormon hCG atau human chorionic gonadotropin adalah sebuah hormone yang hanya diproduksi saat seorang wanita hamil. Tingkat hormone hCG yang rendah juga bisa menjadi indikasi bahwa kehamilan adalah kehamilan ektopik.

  • Pengecekan hormone progesterone

Pengecekan hormone progesterone juga dapat dilakukan untuk mendiagnosa apakah seorang wanita mengalami kehamilan yang normal atau tidak. Apabila ketika seorang wanita yang sedang hamil memiliki tingkat hormone progesterone rendah, maka bisa diindikasi bahwa ada yang tidak normal pada kehamilannya.

  • Culdocentesis

Culdocentesis merupakan sebuah prosedur medis yang dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendiagnosa terjadinya kehamilan ektopik. Saat dilaksanakannya prosedur ini, dokter akan memasukan sebuah jarum ke bagian atas vagina, tepatnya di belakang uterus, dan di depan rectum atau anus. Jarum tersebut digunakan untuk mengambil sampel darah yang dapat menjadi indikasi adanya pendarahan dari pecahnya tuba falopi.

Pengobatan

Apabila dokter sudah mendiagnosa kehamilan ektopik ini, terdapat beberapa prosedur akan dilakukan sebagai upaya pengobatan.

  • Prosedur operasi

Pemeriksaan tuba falopi dilakukan untuk melihat pecah atau tidaknya tuba falopi, yang akan menentukan langkah tindakan selanjutnya. Jika tuba falopi sudah terdampak dan pecah, operasi yang dilakukan akan ditujukan untuk mengangkat embrio atau janin.

Selain itu tuba falopi dan ovarium yang sudah rusak juga akan ikut diangkat. Operasi bedah juga dilakukan untuk menghentikan pendarahan yang terjadi.

  • Pembedahan laparoscopic

Pembedahan laparoscopic dilakukan jika tuba falopi belum pecah atau belum rusak. Prosedur semacam ini akan mengharuskan pengangkatan embrio dan setelah itu tuba falopi yang sudah rusak akan diperbaiki melalui pembedahan laparoscopic ini.

  • Pemberian Methotrexate

Methotrexate diberikan untuk menghambat pertumbuhan sel janin sehingga tuba falopi bisa terhindar dari kerusakan. Selain itu, methotrexate juga bisa memungkinkan tubuh untuk menyerap jaringan kehamilan agar pertumbuhan embrio bisa terhenti dan tuba falopi pun tidak terkena imbasnya.

  • Pemberian obat

Jika usia kehamilan belum begitu lama serta tuba falopi pun belum rusak, pemberian obat memungkinkan untuk menghentikan pertumbuhan embrio.

  • Tes darah

Tes darah sebagai upaya pengobatan kehamilan ektopik bisa dilakukan setelah melakukan prosedur operasi atau pembedahan. Tes darah dilakukan untuk mengetahui apakan saluran telur sudah benar-benar di ambil dan tidak mengalami infeksi atau pendarahan lanjutan.

Satu hal yang perlu diingat adalah, infeksi yang terjadi di dalam tuba falopi atau di area pelvis bukanlah merupakan faktor penyebab terjadinya kehamilan ektopik. Jika infeksi terjadi pada saluran telur atau pada area pelvis, yang harus diwaspadai adalah bekas luka dari infeksi tersebut. Upaya pengobatannya pun harus benar – benar- diawasi karena takutnya akan meninggalkan luka yang dapat menjadi penyebab tersumbatnya saluran telur atau tuba falopi yang selanjutnya dapat menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik.

Pencegahan

Apabila tidak ingin mengalami kehamilan ektopik, mulai dari sekarang perlu melakukan hal-hal berikut ini sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan ektopik :

  • Hindari melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan karena dapat menularkan penyakit seksual.
  • Jaga kebersihan alat reproduksi untuk menghindari terjadinya infeksi atau inflamasi pada area pelvis.
  • Jika seorang perokok, berhentilah mulai sekarang juga jika sedang berencana memiliki keturunan. Berhenti merokok dapat mengurangi resiko terjadinya ketidaknormalan pada janin serta kehamilan.
  • Berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum merencanakan kehamilan.

Faktor Resiko

Terdapat beberapa wanita yang memiliki resiko tinggi mengalami kehamilan ektopik. Tidak hanya perlu mewaspadai, wanita yang masuk kategori di bawah ini ada baiknya melakukan konsultasi diri ke dokter sebelum merencanakan kehamilan. Berikut ini kategori wanita yang beresiko tinggi mengalami kehamilan ektopik:

  • Memiliki riwayat kehamilan ektopik pada kehamilan sebelumnya.
  • Pernah menjalani operasi pelvis atau perut.
  • Hamil di usia 35 tahun hingga 44 tahun.
  • Pernah menjalani aborsi
  • Menderita penyakit inflamasi pelvis
  • Pernah menjalani prosedur treatment kesuburan
  • Mengkonsumi obat – obat untuk treatment kesuburan
  • Wanita perokok
  • Menderita endometriosis

Selain mengacu pada berbagai gejala kehamilan ektopik yang mungkin bisa dialami seorang wanita saat ia hamil, kriteria di atas juga dapat menjadi acuan bagi wanita untuk mewaspadai dan mengkonsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum ia merencanakan untuk hamil. Karena harus diingat, bagi wanita yang memiliki kriteria yang sudah disebutkan di atas, ini berarti ia memiliki resiko tinggi mengalami kehamilan ektopik atau hamil di luar rahim.

Apakah seorang dengan riwayat kehamilan ektopik bisa hamil kembali dengan normal?

Ya, tentu saja. Ada anggapan yang berkembang di masyarakat jika seorang wanita yang sebelumnya mengalami kehamilan ektopik maka ia tidak bisa mengalami kehamilan normal, bahkan ia tidak dapat hamil lagi. Dan, ternyata anggapan tersebut adalah salah.

Walaupun seorang wanita pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya dan pernah menjalani prosedur pengangkatan tuba falopi atau saluran telur, ia tetap bisa hamil bahkan dengan normal asalkan satu saluran telur lainnya tetap berfungsi dengan normal. Maka ia masih memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk hamil dan memiliki seorang anak.

Apakah kehamilan ektopik bisa kembali lagi??

Kehamilan ektopik bisa terjadi karena penyakit menular, namun jika yang dialami oleh penyakit seksual yang menular namun yang tergolong dapat disembuhkan, maka pertama-tama anda harus memastikan apakah benar-benar sudah sembuh total dari penyakit tersebut jika ingin hamil normal.

Apakah ada jangka waktu untuk hamil kembali, setelah mengalami kehamilan ektopik?

Jika telah mengalami kehamilan ektopik, akan ada jeda waktu yang diberikan atau disarankan dokter sebelum hamil kembali. Karena jeda waktu ini adalah ditujukan untuk masa pemulihan fisik dan mental anda sebelum hamil kembali. Biasanya dokter akan menyarankan waktu tiga hingga enam bulan sebagai masa pemulihan.

Pada selang waktu tersebut, pasien belum boleh hamil kembali karena resikonya akan tinggi baik itu akan mengganggu kesehatan atau bahkan bisa mengalami kehamilan ektopik kembali. Pada setiap kasus kehamilan ektopik, kemungkinan dokter akan menganjurkan masa pemulihan yang berbeda. Jadi, tidak perlu khawatir untuk tidak dapat hamil kembali.

Penyebab Posisi Bayi Sungsang

Kondisi Bayi sungsang selalu menjadi salah satu kondisi yang sangat mungkin dapat dihadapi oleh ibu hamil. Biasanya seorang ibu hamil akan merasakan masalah ini ketika kehamilan sudah masuk ke masa mendekati tanda-tanda akan melahirkan. Usia kehamilan yang semakin tua seharusnya membuat bayi berada dalam posisi siap lahir yaitu kepala berada dibawah dan tengkurap. Posisi normal inilah yang membuat seorang ibu bisa menjalani persalinan normal dan resiko komplikasi yang kecil.

posisi-bayi-sungsang

Tipe Bayi Sungsang

Saat masa akhir kehamilan sebenarnya rahim sudah dirancang untuk membuat bayi dalam posisi vertikal atau kepala dibagian bawah. Pada usia perkembangan janin 5 bulan hingga perkembangan janin 7 bulan, maka perlahan bayi akan bergerak mengikuti gaya gravitasi dari bentuk rahim ibu. Namun pada usia antara 24 hingga 29 minggu bayi bisa masuk ke tahap posisi sungsang. Bayi dengan posisi normal akan berubah pada usia 30 hingga 32 minggu dan siap untuk masuk masa kelahiran. Berikut ini adalah beberapa tipe bayi sungsang :

  • Bayi sungsang dengan bagian pantat di bawah sementara kaki lurus dengan gerakan kepala bayi
  • Bayi sungsang dengan pantat dibawah sementara kaki bersila atau melipat dekat dengan pantat
  • Bayi sungsang dengan satu kaki masuk ke bagian panggul, sementara satu kakinya ditekuk ke atas sehingga terlihat bayi bersandar penuh pada bagian panggul
  • Bayi sungsang dengan posisi kedua lutut dibagian bawah dan terkadang kaki terlipat dengan paha bayi.

Bayi sungsang masih menjadi kondisi serius ibu hamil dan biasanya menimbulkan rasa kekhawatiran dengan proses persalinan. Meskipun sudah ada cara yang aman untuk melahirkan bayi secara operasi caesar, namun banyak ibu hamil yang merasa kecewa. Ada beberapa jenis penyebab bayi sungsang yang paling sering ditemukan. Berikut ini beberapa penyebab umum yang sering terjadi :

1. Bentuk Rahim Tidak Sempurna

Ibu hamil yang memiliki bentuk rahim kurang sempurna bisa mengalami bayi sungsang ketika hamil. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil yang memiliki bentuk rahim sempit atau kelainan rahim yang disebabkan karena cedera, trauma kecelakaan, dan posisi pinggul yang semakin sempit karena faktor usia.

2. Terdapat Riwayat Kehamilan Bayi Sungsang Sebelumnya

Ibu hamil yang pernah mengalami bayi sungsang pada kehamilan sebelumnya, memiliki resiko bayi sungsang pada kehamilan berikutnya. Hal ini bisa terjadi karena bentuk fisik rahim ibu hamil dan bentuk badan yang mungkin kurang sesuai dengan posisi dan berat bayi yang ada di dalam rahim. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita Asia. Beberapa kondisi kehamilan yang bisa dipengaruhi oleh riwayat kehamilan sebelumnya yaitu :

3. Batas Usia Ibu Hamil

Semakin tua usia ibu hamil maka potensi untuk mengembangkan penyebab bayi sungsang akan menjadi lebih besar. Resiko hamil di usia 35 tahun ke atas akan mengembangkan bayi sungsang. Hal ini bisa saja dipengaruhi dari perubahan bentuk rahim, kondisi fisik ibu hamil, dan kondisi panggul yang sulit untuk posisi bayi normal. Termasuk bahaya hamil di usia muda karena keadaan rahimnya yang belum siap.

4. Volume Air Ketuban

Air ketuban bisa membantu menjaga kenyamanan bayi agar bisa bergerak dengan baik. Namun ada sebuah kondisi kesehatan tertentu ketika ibu hamil memiliki air ketuban sedikit atau terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka mungkin bayi tidak bisa bergerak bebas sehingga sulit untuk masuk ke panggul saat masuk masa persalinan. Sementara ketuban yang terlalu banyak akan membuat bayi bergerak dengan aktif dan terkadang tidak sesuai dengan yang seharusnya.

5. Ukuran Tali Pusat Pendek

Ukuran tali pusat yang pendek akan membuat bayi sulit bergerak atau berputar ketika masuk ke masa persalinan. Bayi akan merasa terikat dengan ukuran ini sehingga ketika seharusnya bayi berputar ke arah panggul, namun tidak bisa terjadi. Beberapa kondisi tali pusat yang terlilit pada janin juga bisa mengakibatkan kelahiran prematur.

6. Ketuban Pecah

Air ketuban pecah lebih awal atau bocor maka bisa menyebabkan bayi berputar aktif dan terkadang terlilit tali pusat. Bayi bisa merasa sangat gelisah didalam rahim dan kemudian bergerak namun sulit untuk dikendalikan. Terkadang bagian bayi yang tidak seharusnya masuk ke panggul, akan mulai masuk.

7. Bentuk Fisik Pinggul Bayi Belum Sempurna

Bayi mengembangkan bentuk fisiknya sesuai dengan usia. Dengan nutrisi gizi ibu hamil yang cukup, maka semua organ akan terbentuk dengan baik. Namun terkadang ada beberapa bayi yang tidak bisa memiliki bentuk pinggul yang sempurna karena masalah tertentu. Ruangan rahim yang sempit mendorong pinggul terlalu awal masuk ke bagian panggul ibu sehingga menyebabkan sungsang.

8. Kehamilan Pertama

Kehamilan pertama cenderung menjadi penyebab bayi sungsang, hal ini terjadi ketika otot rahim belum berkembang dengan baik. Karena ini adalah kehamilan pertama maka sulit bagi otot rahim untuk berkembang dan terkadang menyebabkan bayi tidak bisa bergerak dengan baik. Bayi akan terus berputar dan menyebabkan kondisi yang tidak nyaman. Bagian tubuh bayi bisa masuk ke panggul namun tidak yang seharusnya.

9. Posisi Plasenta Tidak Tepat

Jika seorang ibu hamil memiliki posisi plasenta yang terlalu berada di bagian kanan atau bawah maka bisa menyebabkan bayi sungsang. Hal ini juga bisa dipengaruhi dari posisi plasenta yang memang sudah bermasalah sejak awal kehamilan.

10. Terlalu Banyak Duduk

Jenis kursi dan bagaimana Anda duduk juga berpengaruh terhadap kondisi bayi sungsang. Terlalu banyak duduk di kursi tanpa sofa atau kursi keras akan mendorong bayi untuk lahir sungsang. Hal ini bisa mendesak bayi untuk mencari posisi yang paling nyaman di dalam rahim. Ibu hamil tentu tidak akan menyadarinya, sehingga lebih baik selalu memakai alas duduk yang lembut dimanapun Anda duduk.

11. Stres Saat Hamil

Ketika seorang ibu hamil terlalu banyak pikiran atau stres maka bisa menyebabkan sebuah kondisi bayi sungsang. Hal ini bisa terjadi karena ketika ibu hamil berpikir terlalu keras maka bisa menyebabkan gangguan hormon tubuh yang mengalir ke bayi secara langsung. Bayi mencari posisi yang paling nyaman karena berbagai perubahan dalam rahim. Sementara itu terkadang bayi bergerak aktif sehingga masuk ke bagian panggul dan sulit untuk bergerak lagi disana.

Bahaya Bayi Sungsang

Pada umumnya Bayi sungsang akan dilahirkan secara caesar karena untuk mengatasi beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada bayi dan ibu. Meskipun pada beberapa kasus bayi sungsang bisa dilahirkan lewat melahirkan secara normal tetapi selalu ada resiko yang harus ditanggung oleh semua pihak, baik orang tua maupun tim medis.

bayi-sungsang

Berikut ini beberapa bahaya kondisi bayi sungsang :

  • Bayi bisa mengalami komplikasi dan resiko cacat karena proses penarikan dan proses persalinan yang sulit.
  • Bayi yang sungsang bisa memiliki berat yang lebih ringan karena kondisi rahim dan nutrisi yang mengalami gangguan dalam rahim.
  • Bayi sungsang yang dilahirkan secara normal bisa mengalami luka yang mungkin tidak bisa diantisipasi pada awal proses.
  • Bayi sungsang bisa mengalami komplikasi tali pusat sehingga resiko harapan hidup yang sangat besar.

Apabila ibu hamil mengalami posisi bayi sungsang, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah bersikap tenang dan tidak panik. Berikut ini adalah beberapa cara untuk merubah posisi bayi sungsang :

  • Wajib jalan kaki dengan badan tegak setiap hari selama sekitar 20 menit. Posisi berjalan tegak akan membantu bayi bergerak ke arah yang tepat karena gerakan panggul saat ibu berjalan mendorong ruang yang lebih besar pada panggul.
  • Lakukan gerakan Relaksasi, karena gerakan ini bisa dilakukan untuk merubah posisi bayi sungsang bagi ibu hamil yang stres, panik dan banyak pikiran. Relaksasi bisa dilakukan dengan mendengarkan musik santai, mencoba untuk berkomunikasi dengan bayi, membayangkan wajah bayi dan mengajaknya berbicara. Cara ini juga bisa dibantu dengan yoga untuk ibu hamil.
  • Cobalah untuk selalu berkomunikasi dengan bayi. Langkah ini sangat tepat untuk dilakukan terutama untuk mengembangkan komunikasi intens dengan sang bayi. Ibu hamil akan menjadi lebih tenang dan bisa membuat posisi bayi berubah secara alami.
  • Lakukan terapi gerakan dengan bersujud. Gerakan ini bisa membantu ibu hamil dalam mengembangkan ruangan yang lebih luas pada panggul sehingga bayi bisa menemukan posisi terbaiknya. Langkah ini akan membuat ibu bisa memiliki bentuk ruangan yang memang sesuai dengan posisi bayi yang akan dilahirkan.

Penyakit yang sering menyerang Bayi dan balita

Wajib diketahui oleh Bunda di Indonesia, beberapa penyakit mungkin dianggap ringan dan biasa, namun Bunda patut waspada karena penyakit ringan pada orang dewasa dapat menyebabkan dampak yang berbahaya pada bayi atau balita. Macam penyakit apa sajakah yang sering meyerang bayi dan balita, dan bagaimana pertolongan pertamanya?  diantaranya adalah :

mengenali-pertumbuhan-gigi-bayi-dan-cara-merawat-gigi-bayi

1. Diare. Para ahli kesehatan anak dan balita, diare merupakan salah satu problem kesehatan yang paling sering terjadi pada bayi dan balita. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan si kecil mengalami diare, termasuk diantaranya adalah infeksi bakteri, sensitif terhadap beberapa jenis makanan, dan terlalu banyak minum jus buah. Jika dalam 24 jam kondisi si buah hati tidak membaik, apalagi disertai muntah dan demam, segera hubungi dokter anak. Perbanyak asupan cairan terutama air putih atau oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

2. Demam. Demam sebetulnya bukanlah penyakit. Demam adalah kondisi dimana tubuh mengalami kenaikan suhu sebagai respon dari berbagai kondisi termasuk infeksi, tumbuh gigi, atau setelah imunisasi. Hubungi dokter segera jika bayi yang berusia dibawah 3 bulan memiliki suhu 38oC dan berusia 3-6 bulan memiliki suhu 38.3 oC, melalui pengukuran suhu lewat anus. Kompres kepala dan tubuh bayi menggunakan kain basah atau komres siap pakai. Upayakan bayi minum ASI banyak dan jangan kenakan pakaian terlalu tebal atau berlapis-lapis.

3. Sembelit. Cara untuk mendeteksi sembelit pada bayi atau balita adalah dengan cara mengamati pada saat mereka buang air besar. Jika mereka menangis setiap kali BAB dan feses nya berbentuk padat dan cukup keras, maka kemungkinan si buah hati mengalami sembelit. Menambahkan asupan cairan yang berasal dari ASI atau jus buah biasanya akan membatu meringankan tanda-tanda sembelit. Hubungi dokter anak segera jika kondisi si kecil tidak membaik.

4. Ruam. Beberapa faktor yang menyebabkan ruam kulit adalah karena kulit kering, lecet, infeksi, atau alergi. Kulit bayi jauh lebih sensitif bila dibanding kulit orang dewasa, sehingga lebih rentan ternadap penyebab ruam. Untuk menghindari ruam akibat pemakaian popok, jangan biarkan popok basah terlalu lama. Jika popok sudah penuh, segera ganti dengan yang baru. Gunakan lotion khusus bayi atau baby oil untuk mengatasi kulit kering bayi.

5. Batuk. Terdapat beberapa penyebab batuk pada bayi dan balita, penyebab yang paling umum adalah infeksi virus. Jika batuk disertai dengan demam sedang, kemungkinan disebabkan oleh infeksi virus. Para ahli kesehatan anak mengingatkan bahwa obat batuk sebaiknya tidak diberikan kepada bayi yang berusia dibawah 4 bulan. Berikan ASI lebih sering, pantau kondisi demamnya, jika dalam beberapa hari tidak membaik, segera hubungi dokter. Ayah bunda harus waspada, beberapa batuk dapat huga disebabkan oleh infeksi bakteri dan biasanya kondisi ini jauh lebih berbahaya dibanding batuk yang disebabkan oleh infeksi virus.

Tips dan Manfaat Puasa Untuk Ibu Hamil

Bagaimana dan manfaat apa Puasa untuk ibu yang hamil? Pertanyaan tersebut sering menjadi perdebatan kalangan ibu hamil, apakah berpengaruh kepada kesehatan sang ibu atau anak dalam janinnya?  Jawabanya adalah Aman, selama sang ibu juga dalam kondisi sehat.

hamil

Sedang tidak berpuasa-pun, seorang wanita yang sedang hamil sudah seharusnya senantiasa menjaga kehamilannya dengan berbagai perlakuan-perlakuan khusus, terlebih lagi wanita yang sedang hamil, maka diperlukan kiat-kiat khusus agar kandungan wanita hamil tetap sehat selagi menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Penelitian Mengenai Bayi Yang dikandung Ketika ibu Berpuasa

  • Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa berat tubuh bayi baru lahir tidak dipengaruhi oleh kondisi berpuasa atau tidak berpuasanya sang ibu ketika hamil, begitu pula dengan IQ sang bayi.
  • Dalam beberapa kajian pula menyatakan bahwa sampel darah ibu hamil yang berpuasa dan tidak berpuasa memang menunjukan perubahan namun hal ini tidak berbahaya bagi kesehatan ibu dan dan anak.

Manfaat Puasa Bagi Ibu Hamil

Beberapa Manfaat sebagai berikut :

  • Mencegah penyakit degeneratif pada janin dan ibu hamil seperti kolesterol, jantung koroner, dan kencing manis.
  • Mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Bagi ibu hamil dan janin, makanan yang berlebihan gizi dapat mengakibatkan kegemukan dan penyakit degeneratif pada ibu dan janin
  • Menambah jumlah sel darah putih, di mana kondisi ini dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah, serta meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Memberikan waktu istirahat pada organ pencernaan, yang dapat membantu menjaga fungsi organ pencernaan
  • Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran atau disebut juga detoksifikasi, yang dapat membatasi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh, sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang membersihkan zat-zat bersifat racun dalam tubuh.
  • Menurunkan glukosa dan berat badan, di mana hal ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya obesitas pada ibu hamil dan janin.
  • Dengan demikian, puasa dapat mencegah berbagai penyakit pada ibu hamil dan janin, selama kondisi keduanya memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa.”Jika kesehatan janin dinyatakan sehat dan mendukung ibadah puasa, maka ibu hamil dapat melakukan puasa dan hal tersebut tidak mengganggu perkembangan janin, justru mendatangkan manfaat”.

Tips Berpuasa Untuk Ibu Hamil

Sahur Bagi Ibu Hamil

  • Bagi ibu hamil ketika sahur sebaiknya meminum air putih sebanyak-banyaknya.
  • Meminum segelas susu ketika sahur dapat mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.
  • Ibu Hamil sebainya tidak memakan makanan yang manis ketika sahur agar tidak lemas atau merasa cepat lapar akibbat insulin shock.
  • Buah-buahan juga wajib ada pada menu sahur ibu hamil, agar BAB lancar sehingga mencegah potensi wasir yang sering terjadi pada ibu hamil.
  • Makanan yang pedas tidak disarankan untuk ibu yang sedang hamil.

Ketika Puasa Bagi Ibu Hamil

  • Puasa yang dijalankan dengan niat bulat dan bergembira menjadikan resiko stress terjadi lebih kecil, dan ini hal baik bagi ibu hamil.
  • Istirahat yang cukup sangat disarankan bagi ibu hamil yang sedang berpuasa.
  • Ketika terjadi hal-hal dibawah ini sebaiknya ibu hamil segera membatalkan puasa:
    1. Muntah-muntah lebih dari 3 kali dan
    2. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit
    3. Mengalami mimisan karena pembuluh darah pecah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil
    4. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.=
    5. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Berbuka Puasa Bagi Ibu Hamil

  • Berbuka bagi ibu hamil tidak jauh berbeda dari yang sedang tidak hamil. Berbuka dengan yang manis diperbolehkan untuk ibu hamil guna meningkatkan gula darah, namun perlu dibatasi.
  • Untuk ibu hamil agar kerja lambung normal maka disarankan untuk tidak meminum minuman dingin.
  • Setelah Magrib dan makanan sudah “turun”, dianjurkan ibu hamil untuk makan dengan porsi yang lebih besar.
  • Sebelum tidur, ibu hamil juga disarankan untuk makan ringan dan minum minuman hangat agar tubuh dapat memproses produksi ASI.

 

 

Bayi Tabung

Bayi tabung merupakan pembentukan bayi yang didapatkan dengan melalui proses pembuahan yang dilakukan di luar rahim, sehingga terjadinya embrio tidak secara alamiah melainkan dengan bantuan ilmu kedokteran. Secara umum, embrio itu hanya bisa terjadi bila seseorang pria mengadakan hubungan kelamin dengan seorang wanita. Dalam hubungan kelamin tersebut terjadi pertemuan antara sperma (yang berawal dari pria) dengan sel telur (yang berasal dari wanita) di dalam tubuh si wanita. Dengan demikian wanita bersangkutan dapat dikatakan sebagai wanita hamil. Jadi kehamilan seorang wanita haruslah didahului oleh hubungan kelamin dengan seorang pria.

tabung

Akan tetapi dengan diketemukannya proses bayi tabung, maka embrio dapat terjadi tanpa didahului oleh hubungan kelamin. Dengan kata lain, seorang wanita dapat hamil tanpa melalui hubungan kelamin dengan seorang pria, bila si wanita tersebut menjalani proses bayi tabung. Hal ini dimungkinkan karena teknologi kita di bidang kedokteran sudah sangat maju.
Untuk menjalani suatu proses bayi tabung, maka yang pertama dilakukan adalah memberikan sperma di suami. Sperma tersebut diperiksa apakah mengandung benih yang cukup atau tidak. Setelah pihak suami diperiksa, maka berikutnya giliran si istri. Dokter berusaha menentukan dengan tepat saat ovulasi istri tersebut (yaitu saat bebasnya sel telur dari kandung telur), dan kemudian memeriksa apakah terdapat sel telur yang masak atau tidak pada saat ovulasi tersebut. Saat ovulasi merupakan hal yang penting bagi seorang wanita, karena pada saat ovulasi itulah ia menjalani masa subur. Artinya dalam masa itu sel telur telah masak dan bersedia menerima kedatangan sperma untuk dibuahi.
Bila pada ovulasi terdapat sel telur yang benar-benar masak maka sel telur itu dihisap dengan sejenis jarum suntik melalui sayatan pada perut. Sel telur itu kemudian ditaruh di dalam suatu tabung kimia, dan tabung ini disimpan dalam laboratorium dengan diberi suhu yang menyamai panas badan seorang wanita. Hal tersebut bertujuan agar sel telur tetap dapat hidup.

MODEL PEMBUAHAN BAYI TABUNG

1. Bayi tabung yang di kandung oleh si istri sendiri

               Sel telur yang berada di dalam tabung itu kemudian ditetesi dengan sperma yang diambil dari si suami. Setelah 24 jam, maka dapat dilihat reaksinya, yaitu sperma memasuki sel telur. Ini berarti bahwa pembuahan telah terjadi dengan baik, sehingga terbentuklah embrio. Embrio ysng terbentuk itu dalam selang waktu 48 jam dimasukkan ke dalam rahim si istri yang telah dipersiapkan. Hal ini berakibat si istri akan hamil, sehingga pada akhirnya suami istri yang bersangkutan akan memperoleh anak.

Untuk memperoleh anak melalui proses bayi tabung ditempuh 3 tahap yaitu :
– pengambilan sel telur dari wanita (si istri)
– penempatan sel telur bersamaan dengan sperma si suami dalam saatu tabung
– penempatan sel telur yang sudah dibuahi itu ke dalam kandungan (rahim) si istri

Bayi tabung menurut proses yang demikian itu dapat dikatakan sebagai bayi tabung “di dalam” rahim, karena setelah sperma dan sel telur bertemu di dalam tabung kimia maka embrio yang terbentuk itu diletakkan di dalam rahim istri.

2. bayi tabung yang dikandung oleh orang lain

D
engan timbulnya teknologi proses bayi tabung, maka akan timbul pula ibu-ibu komersial, yaitu ibu-ibu yang menyediakan rahimnya untuk tempat tumbuh benih-benih yang ditumbuhkan di luar rahim. Yang dimaksud dengan hal ini adalah bahwa, benih-benih tersebut berasal dari sel telur serta sperma pria dan wanita lain. Sehingga embrio yang terbentuk itu (yaitu yang terbentuk di dalam tabung) tidak dimasukkan ke dalam rahim si istri, melainkan dimasukkan ke dalam rahim wanita lain. Jadi yang hamil dan melahirkan bayi tabung itu bukanlah istri si suami sendiri, tetapi istri orang lain atau wanita lain yang bersedia untuk melakukan hal itu. bayi tabung yang demikian ini merupakan bayi tabung “di luar” rahim istri.
Cara tersebut dilakukan bila si istri tidak mampu menghidupi embrio (janin) di dalam rahimnya (si istri tidak dimungkinkan untuk hamil) meskipun sebenarnya ia tidak mandul. Maka dari itu suami istri yang bersangkutan dapat menumpangkan calon bayinya di dalam rahim wanita lain. Karena calon bayi itu ditumpangkan pada orang lain, maka dapat pula disebut sebagai bayi tumpangan.
Jadi timbulnya bayi tumpangan itu merupakan akibat dari adanya proses bayi tabung, yang untuk mendapatkannya juga ditempuh 3 tahap yaitu :
– pengambilan sel telur dari si istri
– penempatan sel telur bersamaan dengan sperma si suami dalam suatu tabung
– penempatan sel telur yang sudah dibuahi itu ke dalam rahim wanita lain

Mengenai cara perolehan anak dengan melalui bantuan wanita lain ini (yang diatas disebut sebagai bayi tumpangan), ada suatu cara lain yaitu yang disebut proses inseminasi buatan. Tetapi anak yang diperoleh melalui proses inseminasi buatan adalah sangat berbeda dengan melalui rahim wanita lain, tetapi caranya berbeda. Perbedaannya adalah bahwa pada proses bayi tumpangan yang dibutuhkan selain sperma si suami juga sel telur si istri yang bila telah menjadi embrio dimasukkan ke dalam rahim wanita lain. Sedangkan pada proses inseminasi buatan yang dibutuhkan hanyalah sperma si suami, yang kemudian sperma tersebut disuntikkan ke tubuh wanita lain (wanita yang bukan istri sendiri), yang mempunyai rahim subur dan bersedia untuk melakukan hal itu.

PROSES BAYI TABUNG

10 tahapan dalam proses pembuatan bayi tabung:

  1. Seleksi pasien. Apakah Anda dan suami layak mengikuti program bayi tabung. Bila layak, baru bisa masuk dan mengikuti program bayi tabung.
  2. Stimulasi atau merangsang indung telur untuk memastikan banyaknya sel telur. Secara alami, sel telur hanya satu. namun untuk bayi tabung, perlu lebih dari sati sel telur untuk memperoleh embrio.
  3. Pemantauan pertumbuhan folikel (cairan berisi sel telur di indung telur) melalui ultrasonografi. Tujuannya, melihat apakah sel telur sudah cukup metang untuk ‘dipanen.’
  4. Mematangkan sel telur dengan menyuntikkan obat agar siap ‘dipanen.’
  5. Pengambilan sel telur, kemudian diproses di laboraturium.
  6. Pengambilan sperma suami (pada hari yang sama). Jika tidak ada masalah, pengambilan dilakukan lewat masturbasi. Jika bersamalah, pengambilan sprema langsung dari buah zakar melalu operasi.
  7. Pembuahan atau (fertilisasi) di dalam media kultur di laboraturium. hasilnya embrio.
  8. Transfer embrio kembali ke dalam rahim agar terjadi kehamilan, setelah embrio terbentuk.
  9. Penunjang fase luteal untuk mempertahankan dinding rahim. Dokter emberi obat untuk mempertahankan dinding rahim ibu agar terjadi kehamilan.
  10. Terakhir, proses simpan beku embrio. Jika ada embrio lebih, bisa disimpan untuk kehamilan selanjutnya.

Bahaya Virus ZIKA pada Janin dan Ibu Hamil

Virus Zika merupakan jenis virus yang disebabkan gigitan nyamuk dan menyebabkan bayi lahir cacat dan kelainan ukuran kepala bayi. Tanda gejala orang terkena virus zika antara lain demam, timbul ruam, nyeri sendi dan mata merah (Konjungtivitis), pusing.

zika17-56a93d0fa923bd970cec990a

Virus Zika, chikungunya dan demam berdarah dengue ditularkan melalui perantara nyamuk yang sama yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Untuk kasus infeksi virus Zika, bagaimana gejalanya dan tanda-tandanya bila menginfeksi ibu hamil?

Masyarakat umum terutama kalangan ibu hamil harus waspada akan bahaya virus zika karena berpotensi menyerang ibu hamil dan mengakibatkan kecacatan janin dalam kandungan dan menyebabkan bayi lahir ukuran kepala bayi yang lebih kecil atau disebut Microcephaly.

Efek dari virus ini disebut-sebut membawa dampak yang cukup serius dan cukup memperihatinkan bagi kesehatan. Kondisi ini seolah menjadi ancaman besar untuk dunia kesehatan. Saking maasivnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai harus membuat satgas khusus untuk serangan virus ini.

Melihat begitu besarnya reaksi terhadap serangan penyakit ini, maka rasanya kita pun perlu memahami seperti apa sih virus Zika ini dan seperti apa penyebarannya dan bagaimana bahaya untuk kesehatan kita. Untuk itulah, dibawah ini kita akan bahas seperti apa itu penyakit Zika dan penjelasan lebih detailnya.

Virus Zika dan bahayanya pada Wanita Hamil

Infeksi virus Zika pada ibu hamil kini menjadi perhatian khusus. Hal ini disebabkan karena ditemukannya peningkatkan kasus kelainan bawaan berupa mikrosefali pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi virus zika saat hamil.

Mikrosefali adalah kelainan bawaan di mana bayi lahir dengan ukuran kepala yang lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh kelainan perkembangan otak sejak dalam kandungan. Sebelum virus zika, penyebab mikrosefali pada umumnya adalah down syndrome, paparan obat, alkohol, dan infeksi rubella (campak jerman) selama kehamilan.

Penyakit Virus Zika

Berikut beberapa hal dan pertanyaan seputar penyakit virus zika yang dilansir dari laman situs portal resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di depkes.go.id.

Apakah virus Zika itu?

Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

Bagaimana cara penularan virus Zika?

Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain.

Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh Ibu Hamil pada janinnya selama masa kehamilan.

Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika?

Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki risiko untuk terinfeksi dan tertular virus zika ini termasuk ibu hamil.

Gejala Tanda Infeksi Virus Zika

1 diantara 5 orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala. Adapun gejala infeksi virus zika diantaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva.

Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari.

Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.

Komplikasi Akibat yang ditimbulkan dari infeksi virus Zika

Pada beberapa kasus suspek Zika dilaporkan juga mengalami sindrom Guillane Bare. Namun hubungan ilmiahnya masih dalam tahap penelitian.

Metode pemeriksaan virus Zika untuk ibu hamil

Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR.

Langkah – langkah yang harus dilakukan jika terinfeksi virus Zika?
Jika terinfeksi virus Zika, maka lakukan hal-hal sebagai berikut ketika telah tertular dan terinfeksi virus zika antara lain adalah sebagai berikut :

  • Istirahat cukup
  • Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi
  • Minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri
  • Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation) lainnya.
  • Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.

Cara Tips Pencegahan Penularan Virus Zika

Ada beberapa cara kiat dan tips untuk mencegah penularan virus ini dapat dilakukan dengan antara lain :

  1. Menghindari kontak dengan nyamuk
  2. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)
  3. Melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
  4. Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.
  5. Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.

Negara Yang melaporkan keberadaan kasus penyakit virus Zika?

Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap.

Apakah efek yang bisa ditimbulkan pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika?

Selama ini belum ada bukti yang kuat bahwa ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit yang lebih berat selama masa kehamilan. Selain itu juga belum diketahui bahwa ibu hamil lebih berisiko terhadap sindrom guillan barre.

Apa yang harus dipertimbangkan ibu hamil yang akan bepergian ke area terjangkit virus Zika?

Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu pada masa selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.

Ibu hamil yang bagaimanakah yang harus dilakukan pemeriksaan virus Zika?

Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

Anjuran Bagi Wanita Hamil

Bagi wanita hamil yang memiliki riwayat bepergian ke daerah penyebaran virus zika dan mengalami setidaknya dua gejala dalam dua minggu setelah bepergian, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Karena, hingga saat ini belum ditemukan vaksin maupun pengobatan untuk infeksi virus zika. CDC (Centers for Disease and Control Prevention) merekomendasikan agar semua wanita hamil menunda untuk bepergian ke daerah transmisi virus zika. Wanita hamil yang sudah terlanjur berada di daerah endemis dihimbau agar melakukan proteksi ketat terhadap gigitan nyamuk yang mungkin terjadi.

Kiat Supaya Bayi Tidak Menangis dan Terbangun Tengah Malam

Kebiasaan dan Pola tidur bayi yang baru lahir merupakan tantangan terbesar bagi seorang ibu, bisa saja bayi tidur seharian di waktu siang dan susah tidur di malam hari. Waktu tidur bayi yang tidak teratur membuat Anda sebagai ibu baru jadi kesulitan mengatur waktu untuk beraktivitas.

HH

Ketika kondisi bayi masih berada di dalam rahim, bayi tak mengenal perbedaan waktu siang dan malam, tak heran jika terus terbawa hingga mereka lahir. Namun, Anda tak perlu khawatir, karena memang pada dasarnya bayi terlelap sesuai kebutuhan.  Seiring waktu barulah ia menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

Agar waktu tidur bayi teratur dan tidak mengganggu aktivitas harian Anda, memang diperlukan pengaturan yang harus diterapkan sejak dini. Bagaiamana cara mengatur waktu tidur bayi? Berikut uraiannya!

  1. Mengatur waktu tidur

Selain makan dan minum, bayi menghabiskan waktunya dengan tidur. Jika terlalu lama menidurkan bayi di siang hari, kemungkinannya adalah ia akan lebih lama terjaga di waktu malam . Kunci utama pengaturan waktu yang tepat adalah satu atau dua jam setelah makan siang. Dengan demikian, si kecil akan terbiasa untuk tidur dalam waktu singkat, terbangun untuk menyusu, dan kembali tertidur.

  1. Jangan ragu membangunkan bayi

Jika Anda merasa si kecil sudah terlalu lama tidur, disarankan untuk membangunkannya di waktu-waktu menyusui. Idealnya adalah satu atau dua jam sekali, cara yang seperti ini akan menjaga bayi Anda tetap terpenuhi nutrisinya dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup serta teratur.

  1. Lakukan aktivitas yang menyenangkan

Ciptakan hubungan yang aktif dan erat dengan bayi Anda, bisa dengan melakukan kegiatan bermain yang menyenangkan sembari melatih saraf motoriknya agar terlatih dan peka terhadap lingkungan sekitar. Beberapa di antaranya adalah mengajaknya tertawa, bermain, dan olahraga bersama (jika sudah cukup umur). Ikatan antara ibu dan bayi sejak kecil akan menghasilkan sebuah hubungan batin yang erat.

Banyak melakukan aktivitas dengan anak, terlebih sebelum waktu tidur di malam hari akan membuatnya lelah dan akhirnya tertidur pulas, misalnya dengan menggelapkan ruangan atau Anda ikut berbaring di sampingnya.

  1. Atur suasana hati

Bila Anda ingin si kecil tertidur dengan pulas, maka aturlah suasana hati bayi dan lingkungan sekitar agar lebih mendukung, misalnya dengan menggelapkan ruangan atau Anda ikut berbaring di tempat tidur. Cara seperti ini membuat bayi merasa nyaman, karena menganggap saat itu adalah waktu semua orang terlelap.

Perbedaan Antara Bayi Lahir Berat Badan Rendah dan Prematur

Bila kita membandingkan berat badan bayi, akan membuat banyak orangtua menjadi khawatir. Akan tetapi hapus kekhawatiran ini dengan tidak membandingkan, tapi dengan memahami keunikan setiap bayi dengan tetap mengacu pada grafik pertumbuhan seperti yang bersumber dari WHO. Termasuk untuk bayi dengan berat badan lahir rendah dan bayi prematur.

premature

Bila berat lahir kurang dari 2,5 kg disebut BBLR atau berat badan lahir rendah. Bayi BBLR Tampak kecil, kulitnya keriput. Biasanya BBLR akan menjalani perawatan ekstra berupa perawatan dalam inkubator hingga berat badannya mencapai normal.

Mengapa harus inkubator? Karena, bayi BBLR berisiko kedinginan lantaran lapisan lemak di bawah kulit masih sangat tipis, selain karena kondisinya lemah dan rentan mengalami gangguan pernafasan dan terkena infeksi kuman.

Bagaimana dengan bayi prematur atau bayi kurang bulan (BKB)? Umumnya, untuk mencapai berat lahir yang normal membutuhkan waktu relatif lama, sekitar tiga minggu. Untuk bayi prematur tentu ada grafik khusus yang berbeda dari grafik bayi dengan BB normal.

Ada beberapa masalah yang sering terjadi pada BBLR dan BKB, yaitu: ketidakstabilan suhu tubuh; kesulitan bernafas; kelainan saluran cerna dan nutrisi; ketidakmatangan fungsi hati, ginjal, dan imunologis; serta kelainan sistem saraf, kardiovaskular dan hematologis, juga gangguan metabolisme. Oleh karenanya, dua kategori bayi ini sering kali memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit setelah lahir.

Kategori berat badan dan umur kehamilan saat bayi lahir :

1. Bayi berat lahir rendah: berat lahir kurang dari 2.500 gram.
2. Bayi berat lahir cukup/normal: berat lahir 2.500-4.000 gram.
3. Bayi berat lahir lebih: berat lahir di atas 4.000 gram.
4. Bayi lahir kurang bulan: usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
5. Bayi lahir cukup bulan: usia kehamilan 37-42 minggu.
6. Bayi lahir lebih bulan: usia kehamilan di atas 42 minggu.

 

Kiat Menghitung Gerakan Bayi dalam Kandungan

Ibu hamil akan mulai bisa merasakan gerakan bayi dalam kandungan sekitar kehamilan 18-20 minggu. Jika sudah hamil untuk kedua kalinya atau lebih, bumil bisa merasakan gerakannya pada kehamilan 15-18 minggu. Semakin bertambah usia kehamilan, gerakannya pun mengalami perbedaan.

wpid-janin3bulan_21

Saat biasanya bayi bisa memutar, pada kehamilan 36-40 minggu, saat bayi semakin membesar dan mengisi seluruh ruang rahim, gerakannya pun terbatas, hanya tendangan, tinju tangan atau kakinya bahkan mungkin tendangan ke arah bawah tulang tusuk. Posisi bayi juga memengaruhi gerakan ini.

Biasanya pada dua minggu terakhir kehamilan, gerakan bayi juga mulai menurun. Namun ibu tak perlu khawatir. Ibu bisa mendeteksi gerakan bayi apakah tergolong normal atau tidak. Sebaiknya mulailah menghitung gerakan bayi dalam kandungan untuk memastikan janin baik-baik saja.

Berikut sejumlah kiat menghitung gerakan bayi dalam kandungan:

* Menghitung gerakan bayi dalam kandungan sudah dapat dimulai sejak bumil dapat merasakan gerakan janinnya secara teratur. Biasanya bumil sudah mengetahui atau menyadari kapan biasanya bayi cenderung lebih aktif bergerak. Dianjurkan mulai kehamilan 28 minggu, ibu mulai melakukan perhitungan ini.
* Pilih saat pagi, siang atau malam yang tepat ketika Anda merasakan bayi bergerak paling aktif. Usahakan melakukan pada waktu yang sama setiap hari. Ini akan memberi hasil yang lebih akurat.
* Posisi yang santai buat Anda adalah duduk atau berbaring, bisa sambil mendengarkan musik, yang penting tidak melakukan aktivitas yang dapat menganggu.
* Mulai menghitung, catat jam mulai, hitung setiap pergerakan sampai 10 kali, catat jam terakhir mencapai 10 kali gerakan, dan jumlah waktu yang diperlukan untuk mencapai 10 gerakan ini.
* Gerakan yang dihitung adalah gerakan tendangan, tinju, memutar dan bukan cegukan.
* Bila merasa gerakan bayi agak lama, cobalah berjalan atau mengubah posisi tidur.
* Bila dalam empat jam Anda tidak merasakan gerakan atau dalam 12 jam tidak merasakan periode aktif bayi Anda, segera konsultasikan ke dokter.