Terdapat beberapa wanita yang pada masa kehamilan berpotensi untuk melahirkan bayi secara prematur diantaranya:

1. Wanita yang pada masa kehamilan tidak bisa menghentikan kebiasaan buruk, seperti, merokok atau minum minuman beralkohol.

2. Wanita hamil yang tidak menjaga penambahan berat badan, sehingga berat badannya jauh dari kenaikan ideal yaitu minimum 12,5 kg.

3. wanita hamil yang tidak bisa menyeimbangkan nutrisi selama kehamilan. Kalaupun wanita pada masa kehamilan mengkonsumsi vitamin tambahan, seng (Zinc) adalah zat yang wajib dikonsumsi. Penelitian menunjukkan kekurangan seng menyebabkan bayi lahir prematur.

4. Hormon kehamilan wanita hamil tidak seimbang.

5. wanita hamil menderita gangguan infeksi, seperti rubella (campak jerman) atau infeksi cairan ketuban. Persalinan dini merupakan cara bagi tubuh untuk menyelamatkan bayi dari lingkungan yang berbahaya.

6. Leher rahim ibu hamil yang lemah. Untuk menghindari bayi lahir prematur, biasanya dokter akan mengikat leher rahim sejak usia kandungan sekitar 14 minggu.

7. Ibu hamil yang mengalami placenta previa (pasenta berada didekat atau diatas leher rahim), biasanya kelainan ini dapat diketahui melalui pemeriksaan USG. Agar persalinan tidak berlangsung dini, lakukan bedrest total.

8. wanita hamil yang mengalami tekanan batin atau stres. Stress dapat dihindari dengan menghilangkan atau meminimalkan penyebabnya.

9. Usia ibu hamil dibawah 17 tahun atau diatas 35 tahun.

10. Mengalami kehamilan kembar. Biasanya ibu dengan kehamilan ganda akan melahirkan 3 minggu lebih cepat dari tanggal perkiraan.

11. Ibu hamil yang mempunyai resiko tinggi untuk melahirkan bayi prematur. Misalnya, calon ibu menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung atau diabetes mellitus.