Imunisasi merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan bayi dan anak pada fase pertumbuhannya, karena Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian pada bayi. Banyak manfaat kesehatan yang diperoleh dari imunisasi.

“Meski kekebalan tubuh memang sudah diberikan Tuhan secara alami pada setiap manusia, namun imunisasi tetap penting diberikan,” kata Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Pediatri Sosial dari RSCM, Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi dalam Journalist Class Pfizer “Hak Anak Untuk Sehat dan Cerdas”, di Wisma GKBI, Jakarta, Rabu 30 Juni 2010.

Imunisasi menjadi penting karena pertahanan tubuh alami tidak mampu memberikan perlindungan secara terus-menerus. Padahal bakteri, virus dan kuman penyebab penyakit bisa menyerang tubuh dari berbagai penjuru, mulai dari kulit, selaput mukosa, saluran nafas dan saluran cerna.

Berikan imunisasi agar anak mendapatkan haknya untuk tumbuh secara optimal, sehat, dan cerdas di tengah sergapan beragam penyakit berbahaya. “Imunisasi penting karena saat ini 18 bayi meninggal tiap jam dan 24 balita meninggal tiap jam. Rata-rata kematiannya akibat infeksi yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi dan vaksin,” katanya.

Berikut sejumlah manfaat dan informasi penting seputar imunisasi untuk bayi dan balita yang perlu Anda tahu.

Imunisasi dasar

Bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah beberapa penyakit berbahaya seperti:
Hepatitis B (mencegah penyakit kuning, infeksi hati atau liver yang bisa mengakibatkan penyakit kanker hati)
Polio (mencegah kelumpuhan mendadak pada kaki/ lengan karena virus polio)
BCG (mencegah tuberkulosis paru dan otak)
DPT atau Difteri, Pertusis, & Tetanus (mencegah sumbatan saluran nafas, gangguan otot jantung)
Pertusis (mencegah batuk berat & lama, infeksi parau dan telinga)
Tetanus (mencegah kaku otot mulut, pernafasan, punggung dan perut)

Imunisasi Anjuran

Bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap gangguan kesehatan seperti:
HIB atau Hemophilus influenza b (untuk mencegah radang paru dan otak)
Pnemokokus (mencegah radang paru, otak dan bakteremia)
Influenza (mencegah flu berat karena virus A dan B)
MMR atau Mumps, Morbilli, Rubella (mencegah Mumps (gondong) kelenjar liur, zakar dan indung telur, juga mencegah Morbilli atau campak, dan Rubella atau cacat jerman yang merupakan cacat bawaan.
Demam Tifoid (mencegah infeksi usus dan usus bocor)
Hepatitis A (mencegah infeksi hati atau liver).