Beberapa macam dan jenis sayuran dan buah banyak mengandung nutrisi yang penting untuk pertumbuhan bayi. Tapi, untuk memberikannya pada bayi, kita  membutuhkan siasat khusus agar alergi dan masalah pencernaan yang rentan menimpa bayi bisa dicegah, terutama jika anak kita berusia dibawah 12 bulan, beberapa sayuran tersebut adalah  yang mendekati kriteria berikut ini :

sayur

1.Mengandung nitrat tinggi

Kita jangan membuat makanan bayi dari bit, lobak, wortel, atau bayam karena kaya kandungan nitrat yang memicu anemia. Untuk menghindari risiko tersebut pilih sayuran organik, jangan pilih sayuran yang telah dibekukan selama lima bulan, dan sayuran yang ada dalam suhu ruangan selama lebih dari 15 jam.

2.Risiko tersedak

Hendaknya jangan memberikan sayuran dan mentah pada bayi yang masih belum bertumbuh gigi atau kurang dari 10 bulan. Hindari anggur segar yang renyah, jika ingin diberikan potong anggur hingga tipis atau buat menjadi pure. Selain itu, hidari sayuran segar bertekstur renyah seperti wortel untuk mencegah risiko tersedak. Sebaiknya berikan kacang dan wortel rebus lebih lebih lembut.

3.Memicu masalah pencernaan

Buah segar (kecuali pisang dan alpukat) dan sayuran segar lebih sulit dicerna bayi dibanding yang dimasak. Hal ini berkaitan dengan kandungan bernama selulosa, dimana sistem pencernaan menangani selulosa sebagai bahan yang harus dikeluarkan sehingga memicu diare. Proses pemasakan menguraikan selulosa sehingga lebih mudah dicerna.

4.Makanan yang memicu alergi

Kacang kedelai, tomat, dan jagung banyak dikatakan sebagai beberapa makanan pemicu alergi. Untuk mencegahnya, buah dan sayuran perlu dimasak. Protein di dalam sayuran dan buah membuatnya rentan menjadi pemicu alergi pada bayi. Beberapa dokter anak memperbolehkan anak mengonsumsi buah dan sayuran mentah setelah delapan bulan. Gejala alergi makanan bisa dilihat dari iritasi makanan dan pembengkakan tenggorokan.