Durasi atau waktu cuti melahirkan ternyata berpengaruh besar pada kesehatan mental seorang ibu.

sukses-bekerja-setelah-cuti-melahirkan-580x400

Sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia, karyawan wanita berhak cuti melahirkan selama 3 bulan, boleh diambil 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan setelah melahirkan, atau 3 bulan penuh setelah melahirkan.

Lamanya waktu cuti tersebut dianggap pas untuk pemulihan kesehatan dan merawat anak dengan baik. Di beberapa negara, waktu cuti melahirkan yang didapat bahkan lebih panjang lagi, bisa sampai anak berusia dua tahun.

Sebenarnya berapa lama idealnya waktu cuti melahirkan? Menurut sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat terhadap 800 wanita. Di AS sendiri para wanita mendapat hak cuti selama 12 minggu.

Beberapa ibu yang ketika disurvei di minggu ke-6, 12, dan 6 bulan pasca persalinan masih cuti di rumah memiliki risiko depresi pasca melahirkan lebih rendah dibanding dengan wanita yang sudah kembali bekerja setelah 1,5 bulan pasca persalinan.

Stres yang dihadapi para ibu bekerja saat kembali ke kantor bisa memengaruhi mood dan kualitas tidur mereka. Terlebih jika ibu tersebut tidak mendapat bantuan dalam pengasuhan anak dan masih harus beradaptasi dengan tugas barunya, hal ini bisa memicu terjadinya depresi pasca melahirkan.

Para ibu yang bisa menikmati cuti melahirkan lebih panjang (lebih dari 3 bulan), diketahui memiliki kesehatan mental lebih baik.